Analisis Kebijakan

Analisis: Keputusan Indonesia Batal Beli Rafale dan Pivot ke KF-21 Boramae Cerminkan Strategi Indigenisasi yang Lebih Tegas

05 April 2026 Indonesia, Korea Selatan
Analisis: Keputusan Indonesia Batal Beli Rafale dan Pivot ke KF-21 Boramae Cerminkan Strategi Indigenisasi yang Lebih Tegas
Kementerian Pertahanan mengklarifikasi bahwa Indonesia membatalkan rencana pembelian 42 pesawat tempur Rafale dari Dassault, Prancis. Keputusan ini mengonfirmasi laporan sebelumnya dan menyisakan kontrak pengadaan enam Rafale dari skema pembelian awal 2022. Pembatalan ini secara resmi dikaitkan dengan alasan teknis dan kesepakatan bersama, namun analisis menunjukkan adanya penyesuaian prioritas anggaran dan strategis. Pivot ini terjadi bersamaan dengan komitmen Indonesia yang semakin kuat pada program KF-21 Boramae bersama Korea Selatan, di mana Indonesia sebagai mitra pengembangan bertanggung jawab atas 20% biaya proyek. Implikasi strategisnya adalah percepatan transfer teknologi dan penguatan industri pertahanan dalam negeri melalui proyek KF-21, meski berisiko pada hubungan pertahanan dengan Prancis. Kebijakan ini menegaskan arah 'Minimum Essential Force' yang lebih mengutamakan kemandirian dan kerja sama strategis jangka panjang yang simbiosis, dibanding pembelian platform 'off-the-shelf' yang minim transfer teknologi.