Analisis Kebijakan
Membaca Ulang Postur Pertahanan: Implikasi Rencana Strategis Angkatan Darat 2025-2029
Dokumen Rencana Strategis TNI AD 2025-2029 yang dirilis ke publik mengindikasikan pergeseran signifikan dalam orientasi. Doktrin tidak lagi hanya berfokus pada perang konvensional, tetapi secara eksplisit memasukkan ancaman hybrid warfare sebagai prioritas, termasuk perang informasi, perang cyber, dan perang proxy. Dokumen tersebut juga menekankan pentingnya membangun ketahanan wilayah melalui sinergi dengan komponen bangsa lainnya (Bela Negara) dan peningkatan kemampuan satuan teritorial. Analisis terhadap dokumen ini mengungkap upaya institusi untuk beradaptasi dengan lanskap konflik modern yang kabur antara ranah sipil dan militer. Implikasi strategisnya adalah kebutuhan besar akan investasi di bidang cyber defense, intelijen sosial-media, dan kapasitas kontra-radikalisasi di tingkat komunitas. Dari sisi kebijakan, hal ini memerlukan revisi kerangka hukum dan anggaran yang mendukung operasi militer di ranah non-kinetik, serta koordinasi yang lebih erat dengan kementerian/lembaga sipil seperti Kemkominfo dan BNPT.
Entitas yang disebut
Organisasi: TNI AD, Kemkominfo, BNPT