Analisis Kebijakan

Menimbang Kembali Kebutuhan Jet Tempur Generasi 4.5/5: Antara F-15EX, Rafale, dan Kemandirian

06 April 2026 Indonesia
Menimbang Kembali Kebutuhan Jet Tempur Generasi 4.5/5: Antara F-15EX, Rafale, dan Kemandirian
Proses modernisasi kekuatan udara TNI AU kembali menghangat dengan evaluasi terhadap opsi jet tempur berat seperti F, 15EX AS dan Dassault Rafale Prancis. Analisis membandingkan opsi ini dari perspektif strategis: F, 15EX menawarkan daya hancur (payload) dan jangkauan besar untuk proyeksi kekuatan di wilayah maritim luas, sementara Rafale memiliki interoperabilitas dengan armada eksisting (Sukhoi, dalam hal logistik yang berbeda) dan filosofi operasi multirole. Namun, keputusan tidak boleh melupakan proyek kemandirian jangka panjang, yaitu jet tempur KF-21/IF-X. Pembelian platform impor harus dilihat sebagai 'jembatan' sambil terus berinvestasi pada pengembangan dan produksi dalam negeri. Implikasi kebijakannya adalah perlunya perencanaan yang jelas: platform impor untuk mengisi kesenjangan kapabilitas segera, dengan transfer teknologi yang maksimal, sambil menjaga komitmen anggaran dan politik untuk program KF-21 hingga tahap produksi dan pengembangan varian lanjutan.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI AU, Dassault, Sukhoi

Lokasi: AS, Prancis