Analisis Kebijakan

Penerapan Doktrin 'Total People's Defense' dalam Menghadapi Ancaman Hibrida

08 April 2026 Indonesia
Penerapan Doktrin 'Total People's Defense' dalam Menghadapi Ancaman Hibrida
Panglima TNI menekankan peningkatan pelatihan bela negara bagi komponen cadangan dan pendukung (KOMCAD dan KOMPAS) sebagai bagian dari penerapan doktrin Sistem Pertahanan Semesta (Sishankamrata). Pelatihan ini difokuskan untuk membangun kesadaran dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman hibrida, seperti disinformasi, perang cyber, dan destabilisasi politik. Konteksnya adalah meningkatnya kerentanan ruang informasi Indonesia terhadap manipulasi yang dapat memecah belah sosial dan melemahkan legitimasi negara. Secara analitis, pendekatan ini menandai pergeseran dari paradigma pertahanan konvensional menuju pertahanan yang mengintegrasikan aspek militer, sipil, informasi, dan ekonomi. Implikasi strategisnya, Indonesia sedang membangun 'strategic depth' dengan melibatkan seluruh populasi sebagai garis pertahanan pertama. Namun, tantangan utamanya adalah koordinasi antar-lembaga dan efektivitas pelatihan pada skala nasional. Ke depan, kebijakan ini perlu didukung oleh kerangka hukum yang jelas dan alokasi anggaran yang memadai untuk program kesiapsiagaan sipil.

Entitas yang disebut

Orang: Panglima TNI

Organisasi: TNI, KOMCAD, KOMPAS

Lokasi: Indonesia