Analisis Kebijakan
Prabowo Resmikan Doktrin Pertahanan 'Total Defense' untuk Hadapi Ancaman Hibrida
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meresmikan doktrin pertahanan baru 'Total Defense' pada Mei 2026. Doktrin ini mengintegrasikan seluruh komponen bangsa - militer, sipil, dan ekonomi - untuk menghadapi ancaman hibrida seperti perang informasi dan sabotase. Latar belakang: meningkatnya ancaman non-militer di era digital. Implikasi strategis: TNI akan lebih banyak terlibat dalam operasi non-militer, dan kementerian lain harus bersinergi dalam pertahanan. Risiko: potensi overstretch sumber daya dan kebutuhan anggaran besar.
Entitas yang disebut
Orang: Prabowo Subianto
Organisasi: Kementerian Pertahanan, TNI