Geopolitik
Strategi Diplomasi Pertahanan Indonesia dalam Merespons Konflik di Selat Taiwan
Ketegangan yang berulang di Selat Taiwan memaksa Indonesia, sebagai negara besar di ASEAN, untuk merancang strategi diplomasi pertahanan yang hati-hati. Pemerintah Indonesia menegaskan kembali komitmen terhadap kebijakan 'One China' sambil secara aktif mendorong dialog damai dan menawarkan peran ASEAN sebagai stabilisator. Secara paralel, Indonesia meningkatkan kerja sama militer bilateral dengan berbagai pihak, termasuk AS dan negara-negara Eropa, tanpa berpihak pada satu blok. Analisis menunjukkan strategi ini bertujuan untuk menjaga netralitas aktif sekaligus mengamankan jalur perdagangan laut yang vital yang melintasi kawasan. Implikasi strategisnya adalah Indonesia harus memperkuat kapasitas angkatan lautnya untuk mengantisipasi potensi gangguan pada ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia). Kebijakan ini juga menguji kemampuan Indonesia untuk memimpin konsensus ASEAN di tengah polarisasi global.