Intelejen & Keamanan
Jejak Kaki Digital dan Keamanan Data: Analisis Risiko Strategis Kecerdasan Buatan dan Big Data bagi Ketahanan Nasional
Laporan analisis mengungkapkan meningkatnya kekhawatiran akan penggunaan big data dan kecerdasan buatan (AI) oleh aktor negara dan non-negara sebagai alat untuk mempengaruhi opini publik, melancarkan perang informasi, dan bahkan meretas sistem kritis nasional. Data warga Indonesia yang masif, yang sering kali tidak terlindungi dengan baik, menjadi komoditas berharga yang dapat dimanfaatkan untuk membangun profiling sosial, politik, dan ekonomi yang akurat, berpotensi digunakan untuk tujuan manipulasi atau destabilisasi. Teknologi pengenalan wajah dan analisis perilaku yang didukung AI menambah lapisan kerentanan baru.
Ancaman ini merupakan bentuk modern dari perang hibrida (hybrid warfare) yang mengaburkan batas antara perang dan damai, serta antara aktor sipil dan militer. Kemampuan untuk memetakan sentimen masyarakat, mengidentifikasi titik kritis sosial, dan menyebarkan disinformasi yang terpersonalisasi dapat melemahkan kohesi sosial dan kepercayaan pada institusi negara—yang merupakan pilar ketahanan nasional. Indonesia, dengan populasi digital besar namun kesadaran keamanan siber yang masih berkembang, menjadi target yang rentan.
Implikasi kebijakan yang mendesak adalah perlunya perumusan Strategi Keamanan Siber dan Data Nasional yang holistik, melampaui sekadar perlindungan infrastruktur kritis. Regulasi seperti UU PDP harus diperkuat dengan kerangka keamanan siber yang proaktif, investasi besar-besaran dalam talenta siber lokal, dan pembentukan pusat operasi keamanan nasional (SOC) yang mampu mendeteksi ancaman berbasis AI. Selain itu, diplomasi digital menjadi penting untuk membangun norma-norma global tentang penggunaan AI dan big data yang bertanggung jawab, mencegahnya menjadi arena perang proxy baru yang mengancam kedaulatan digital Indonesia.
Entitas yang disebut
Lokasi: Indonesia