Analisis Kebijakan

Rentang Kendali Operasi Udara Indonesia: Analisis Kesenjangan setelah Pengadaan F-15EX dan Rafael

27 Juni 2026 Indonesia 6 views
Rentang Kendali Operasi Udara Indonesia: Analisis Kesenjangan setelah Pengadaan F-15EX dan Rafael
Pengadaan pesawat tempur generasi 4.5 seperti Rafale dan rencana pengadaan F-15EX telah meningkatkan secara kualitatif kemampuan TNI AU. Namun, analisis kemampuan (capability analysis) yang dilakukan oleh pakar pertahanan mengungkap adanya kesenjangan serius dalam sistem pendukung yang menentukan rentang kendali operasional efektif pesawat-pesawat ini. Kesenjangan utama terletak pada: (1) kapasitas dan keamanan jaringan data-link untuk komunikasi dan sharing situasional yang real-time, (2) jumlah dan penyebaran tanker udara (air refueling) yang sangat terbatas, dan (3) sistem peringatan dini dan kendali (Airborne Early Warning and Control - AEW&C) yang jumlah platformnya belum memadai untuk cakupan wilayah udara Indonesia yang sangat luas. Tanpa ketiga elemen pendukung tersebut, kemampuan tempur pesawat canggih tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama untuk misi beyond visual range (BVR) dan proyeksi kekuatan ke daerah perbatasan jauh. Implikasi strategisnya adalah Indonesia mungkin memiliki "senjata tajam" tetapi dengan "tangan yang pendek". Dalam skenario konflik di Laut Natuna atau perbatasan Papua, keterbatasan ini akan mengurangi daya deterrence dan kemampuan untuk mempertahankan superioritas udara. Kebijakan pengadaan alutsista ke depan harus secara eksplisit memprioritaskan pengisian kesenjangan dalam sistem pendukung ini. Anggaran perlu dialokasikan untuk pengadaan tambahan tanker udara, penguatan dan pengamanan jaringan C4ISR, serta mungkin investasi dalam sistem AEW&C berbasis drone atau pesawat patroli maritim yang dimodifikasi. Revitalisasi doktrin operasi gabungan (joint operations doctrine) TNI juga diperlukan untuk mengintegrasikan kekuatan udara baru dengan aset maritim dan darat secara lebih efektif.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI AU

Lokasi: Indonesia, Laut Natuna, Papua