Analisis Kebijakan

Strategi Siber Nasional 2025-2029: Menjawab Ancaman Hybrid Warfare di Dunia Digital

20 Juli 2026 Indonesia 3 views
Strategi Siber Nasional 2025-2029: Menjawab Ancaman Hybrid Warfare di Dunia Digital
Pemerintah Indonesia meluncurkan Strategi Keamanan Siber Nasional (SKSN) 2025-2029 sebagai kerangka komprehensif untuk menghadapi ancaman yang semakin kompleks di dunia digital. Dokumen ini mengakui bahwa domain siber telah menjadi medan pertempuran utama dalam peperangan hibrida (hybrid warfare), di mana aktor negara dan non-negara dapat melancarkan serangan untuk mengganggu stabilitas politik, ekonomi, dan sosial tanpa konflik fisik terbuka. Strategi ini berfokus pada lima pilar utama: perlindungan infrastruktur siber vital nasional, penanggulangan kejahatan siber, pengembangan kapabilitas pertahanan siber, peningkatan kesadaran dan literasi digital, serta penguatan kerja sama internasional. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ditunjuk sebagai leading sector dalam koordinasi eksekusi strategi ini di seluruh kementerian/lembaga. Implikasi strategisnya sangat besar, karena ketahanan siber kini menjadi tulang punggung kedaulatan digital, keamanan data nasional, dan kelangsungan operasi pemerintahan serta sektor kritis seperti energi, keuangan, dan kesehatan. Keberhasilan implementasi SKSN akan menentukan sejauh mana Indonesia dapat melindungi diri dari ancaman seperti disinformasi skala besar, serangan ransomware terhadap infrastruktur vital, dan pencurian data strategis, yang semuanya dapat melemahkan fondasi negara.

Entitas yang disebut

Organisasi: Badan Siber dan Sandi Negara, BSSN

Lokasi: Indonesia