Intelejen & Keamanan
Strategi Siber TNI: Membangun Pertahanan dan Ketahanan di Domain Digital
Tempo.co menganalisis perkembangan strategi siber TNI dalam menghadapi ancaman hybrid warfare dan meningkatnya serangan digital terhadap infrastruktur vital. Laporan ini menyebutkan pembentukan satuan-satuan siber di tiap matra (AD, AL, AU) serta upaya meningkatkan kemampuan melalui pendidikan, latihan, dan kerja sama dengan pihak sipil seperti BSSN dan perguruan tinggi.
Fokus strateginya mencakup tidak hanya pertahanan (defensive cybersecurity) untuk melindungi jaringan dan sistem militer, tetapi juga aspek ketahanan (resilience) untuk memastikan kelangsungan operasi komando dan kendali bahkan di bawah serangan. Pelibatan dalam operasi militer selain perang (OMS) seperti mengamankan Pemilu juga menjadi bagian dari peran baru.
Implikasi strategis menunjukkan domain siber telah menjadi bidang pertempuran yang setara dengan darat, laut, dan udara. Tantangan utama adalah merekrut dan mempertahankan talenta siber di tengah persaingan pasar, serta mengintegrasikan operasi siber dengan doktrin operasi gabungan tradisional. Kebijakan ke depan perlu mendorong regulasi yang mendukung, anggaran khusus, dan kemitraan strategis dengan industri teknologi dalam negeri untuk membangun kemandirian kemampuan siber nasional.
Entitas yang disebut
Organisasi: TNI, AD, AL, AU, BSSN