Intelejen & Keamanan
Ancaman Hybrid Warfare di Dunia Maya dan Respons Kebijakan Keamanan Siber Indonesia
Laporan mengidentifikasi meningkatnya ancaman hybrid warfare di ranah siber terhadap Indonesia, mencakup disinformasi skala besar, serangan pada infrastruktur vital, dan pencurian data strategis. [cnnindonesia.com](https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260315123045-213-975256/ancaman-hybrid-warfare-di-dunia-maya-dan-respons-indonesia) mengutip insiden serangan pada sektor energi dan pemerintahan daerah sebagai contoh kerentanan.
Konteksnya adalah penggunaan ruang siber oleh aktor negara dan non-negara untuk mencapai tujuan politik dan keamanan dengan biaya rendah dan deniabilitas tinggi. Ancaman ini seringkali mendahului atau menyertai ketegangan geopolitik di dunia nyata.
Implikasi strategisnya mendorong percepatan implementasi strategi keamanan siber nasional. Analisis ini menyoroti kebutuhan akan kerangka hukum yang lebih komprehensif, peningkatan kapasitas BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara), serta kerja sama trilateral antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Poin kritisnya adalah membangun ketahanan (resilience) sistemik, karena pertahanan pasif tidak lagi memadai untuk menghadapi kampanye siber yang kompleks dan berkelanjutan.
Entitas yang disebut
Organisasi: BSSN, Badan Siber dan Sandi Negara
Lokasi: Indonesia