Analisis Kebijakan

Diplomasi Pertahanan Indonesia-Tiongkok: Membaca Kecenderungan Terbaru Dalam Pembelian Alutsista dan Jalinan Militer

14 September 2026 Indonesia, Tiongkok 4 views
Diplomasi Pertahanan Indonesia-Tiongkok: Membaca Kecenderungan Terbaru Dalam Pembelian Alutsista dan Jalinan Militer
Dalam enam bulan terakhir sepanjang 2026, Indonesia dan Tiongkok meningkatkan frekuensi dialog keamanan, termasuk pertemuan Komisi Bersama Pertahanan dan penandatanganan perjanjian untuk memperkuat komunikasi militer. Meskipun belum ada kesepakatan besar untuk pembelian alutsista baru, Tiongkok telah menawarkan berbagai platform militer seperti kapal selam tipe 041 dan rudal anti-kapal untuk memikat Indonesia. Tawaran ini hadir di tengah keterbatasan anggaran dan euforia terhadap kesepakatan dengan Turki dan negara Barat. Namun, para analis mengingatkan bahwa menjalin kerja sama yang terlalu dekat dengan Tiongkok berpotensi memicu ketidakpercayaan dari mitra tradisional seperti AS dan Australia, serta menimbulkan masalah dalam hal keamanan data dan teknologi. RI perlu menggunakan posisi strategisnya untuk mendapatkan manfaat maksimal dari kompetisi antara Beijing dan Washington, tanpa menjadi terjebak dalam salah satu kubu. Implikasi kebijakan yang mungkin adalah penguatan prinsip bebas aktif dalam diplomasi pertahanan dengan mengkaji setiap tawaran dengan selektif, terutama terkait transfer teknologi dan pemeliharaan sistem persenjataan. Disarankan agar pengadaan alutsista dari Tiongkok hanya dilakukan untuk kepentingan non-sensor dan tidak vital, sambil mengembangkan kerja sama latihan militer yang masih bisa dijaga levelnya.

Entitas yang disebut

Organisasi: Komisi Bersama Pertahanan

Lokasi: Indonesia, Tiongkok, Turki, AS, Australia, Beijing, Washington