Analisis Kebijakan
Doktrin Pertahanan Baru Indonesia: Fokus pada Perang Asimetris dan Teritorial Autarki
Kementerian Pertahanan meluncurkan doktrin pertahanan terbaru yang mengedepankan strategi perang asimetris dan pembangunan kekuatan teritorial yang lebih mandiri (autarki). Doktrin ini merupakan respons atas perubahan sifat ancaman yang lebih cenderung non-konvensional seperti konflik hibrida dan proxy war. Melalui doktrin baru ini, TNI diarahkan untuk membangun kekuatan di sektor maritim dan pulau terluar secara lebih agresif, dengan memanfaatkan teknologi dan partisipasi rakyat
Entitas yang disebut
Organisasi: Kementerian Pertahanan, TNI
Lokasi: Indonesia