Analisis Kebijakan

Evaluasi Doktrin Pertahanan: TNI AD Siapkan Konsep Perang Asimetris Hadapi Ancaman Hibrida

13 Agustus 2026 Indonesia 10 views
Evaluasi Doktrin Pertahanan: TNI AD Siapkan Konsep Perang Asimetris Hadapi Ancaman Hibrida
Pada Maret 2026, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman meluncurkan doktrin baru bertajuk 'Operasi Pertahanan Asimetris Hybrid' yang mengintegrasikan taktik konvensional, non-konvensional, dan siber. Doktrin ini didasarkan pada pengalaman penanganan konflik di Papua dan potensi proxy war di masa depan. Latihan gabungan 'Wibawa Yudha 2026' menguji kemampuan pasukan dalam menghadapi serangan dari kelompok non-negara yang didukung oleh kekuatan asing. Data menunjukkan bahwa ancaman hibrida seperti penyebaran disinformasi, infiltrasi, dan serangan siber meningkat signifikan. Implikasi kebijakan: TNI AD akan mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk intelijen dan unit khusus, serta memperkuat kerja sama dengan BIN dan Polri. Analis menyoroti perlunya penyesuaian regulasi agar doktrin ini dapat diimplementasikan secara efektif.

Entitas yang disebut

Orang: Dudung Abdurachman

Organisasi: TNI AD, BIN, Polri

Lokasi: Papua