Geopolitik

Indonesia dan KTT ASEAN: Menjadi Poros Maritim Indo-Pasifik di Tengah Kompetisi Strategis

19 September 2026 ASEAN, Indo-Pasifik 4 views

Indonesia memainkan peran sentral dalam KTT ASEAN 2025 dengan mendorong visi poros maritim dan menjadikan ASEAN sebagai episentrum pertumbuhan di Indo-Pasifik di tengah kompetisi strategis AS-Tiongkok. Untuk mewujudkan ambisi ini, Indonesia perlu memperkuat kapasitas keamanan maritim domestik dan memimpin inisiatif kawasan seperti AOIP, sambil menjaga kesatuan ASEAN dari fragmentasi geopolitik. Keberhasilan strategi ini akan menentukan relevansi Indonesia dan ASEAN dalam arsitektur keamanan Indo-Pasifik ke depan.

Indonesia dan KTT ASEAN: Menjadi Poros Maritim Indo-Pasifik di Tengah Kompetisi Strategis

Sebagai kekuatan maritim terbesar di kawasan Asia Tenggara, Indonesia terus menegaskan posisinya sebagai poros maritim global melalui diplomasi aktif di fora multilateral. Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN tahun 2025, Jakarta memainkan peran kunci dalam mengarahkan agenda kerja sama maritim, konektivitas antarwilayah, dan pengembangan ekonomi biru. Langkah ini tidak hanya memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia, tetapi juga memposisikan ASEAN sebagai episentrum pertumbuhan dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik yang semakin dipenuhi oleh kompetisi strategis antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Peran Strategis Indonesia dalam KTT ASEAN 2025

Diplomasi Indonesia di KTT ASEAN tahun ini menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik di tengah dinamika persaingan kekuatan besar. Dengan mengusung konsep 'ASEAN Centrality', Indonesia berupaya memastikan bahwa ASEAN tetap relevan sebagai forum utama dalam mengelola hubungan dengan negara-negara besar seperti AS dan Tiongkok. Fokus utama pada kerja sama maritim menjadi cerminan dari ambisi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas kawasan dalam menghadapi tantangan bersama, seperti keamanan laut, perubahan iklim, dan ketahanan pangan. Langkah ini juga merupakan bagian dari strategi kawasan yang lebih luas untuk mengintegrasikan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) ke dalam kebijakan konkret negara-negara anggota.

Implikasi Kebijakan dan Tantangan ke Depan

Untuk mewujudkan ambisi sebagai poros maritim, analisis kebijakan menunjukkan bahwa Indonesia perlu memperkuat kapasitas domestiknya dalam mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan. Hal ini mencakup peningkatan kemampuan keamanan maritim, baik melalui modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Laut maupun penguatan penegakan hukum di laut. Selain itu, Indonesia harus konsisten memimpin inisiatif kawasan seperti AOIP agar tidak hanya menjadi wacana, melainkan memiliki dampak nyata terhadap stabilitas dan kemakmuran bersama. Tantangan terbesar terletak pada menjaga kesatuan ASEAN di tengah beragamnya kepentingan nasional negara-negara anggota, terutama ketika tekanan geopolitik dari kompetisi AS-Tiongkok semakin meningkat.

Potensi risiko yang muncul antara lain adalah fragmentasi posisi ASEAN jika negara-negara anggota lebih condong pada salah satu kekuatan besar. Namun, di sisi lain, peluang besar terbuka bagi Indonesia untuk memperkuat kepemimpinan regionalnya, terutama dalam isu ekonomi biru dan konektivitas maritim. Dengan pendekatan diplomasi yang inklusif dan berbasis aturan, Indonesia dapat memperkuat arsitektur keamanan kawasan yang stabil. Ke depannya, keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada konsistensi Indonesia dalam menerapkan kebijakan luar negeri yang bebas aktif, serta kemampuan untuk mengartikulasikan kepentingan nasional dalam kerangka kerja sama ASEAN. Refleksi strategis mengarah pada perlunya komitmen jangka panjang untuk menjadikan poros maritim bukan hanya sebagai visi, tetapi sebagai realitas operasional yang mampu menjawab tantangan geopolitik Indo-Pasifik yang semakin kompleks.

Entitas yang disebut

Organisasi: ASEAN

Lokasi: Indonesia, AS, China, Indo-Pasifik