Intelejen & Keamanan

Modernisasi KRI dan Strategi 'Green Water Navy' TNI AL di Tengah Ketegangan Laut China Selatan

04 Agustus 2026 Perairan Natuna, Laut China Selatan 12 views
Modernisasi KRI dan Strategi 'Green Water Navy' TNI AL di Tengah Ketegangan Laut China Selatan
Artikel ini menganalisis program modernisasi kapal perang TNI AL (KRI) dalam kerangka strategi 'Green Water Navy' – angkatan laut yang mampu mengontrol perairan nasional dan wilayah ZEE. Fokusnya pada integrasi kapal perang baru seperti korvet dan fregat dengan kemampuan sensor dan persenjataan yang ditingkatkan, termasuk rudal anti-kapal dan sistem pertahanan udara. Konteks analisis adalah meningkatnya aktivitas militer asing dan klaim teritorial tumpang tindih di Laut China Selatan, yang berdampak pada perairan Natuna. Implikasi strategis modernisasi ini adalah upaya meningkatkan 'sea denial' capability, yaitu kemampuan untuk mencegah pihak lawan menggunakan laut secara bebas di wilayah kedaulatan Indonesia. Namun, tantangan yang diidentifikasi meliputi keterbatasan anggaran untuk pemeliharaan armada yang besar, ketergantungan pada pasokan suku cadang asing, dan kebutuhan sinkronisasi dengan peningkatan kemampuan pengawasan maritim (maritime domain awareness). Keberhasilan strategi ini tidak hanya bergantung pada tambahan platform, tetapi juga pada pengembangan doktrin operasi gabungan, infrastruktur pendukung (dermaga, pangkalan), dan kedalaman industri pertahanan dalam negeri untuk perawatan dan produksi.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI AL

Lokasi: Laut China Selatan, Natuna