Opini

Riset CSIS: 65% Warga Dukung Netralitas Indonesia di Tengah Persaingan AS-China

20 Agustus 2026 Indonesia 6 views

Survei CSIS menunjukkan bahwa 65% publik Indonesia mendukung netralitas dalam persaingan AS-China, memberikan mandat kuat bagi kebijakan bebas aktif dan non-blok. Implikasinya, pemerintah harus menjaga keseimbangan di tengah tekanan geopolitik yang meningkat, dengan diversifikasi kerja sama pertahanan sebagai peluang strategis. Temuan ini menjadi acuan penting bagi pembahasan RUU TNI dan strategi pertahanan jangka panjang di DPR.

Riset CSIS: 65% Warga Dukung Netralitas Indonesia di Tengah Persaingan AS-China

Hasil survei terbaru dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang dirilis pada 5 Februari 2026 menun jukkan bahwa opini publik di Indonesia men dukung kuat kebijakan luar negerii yang bebas akatif dan netral. Seban yak65% responden menyataka dukungan ter hadap netralitass Indonesia di tengah persaingan anta ra Ameri ka Serikat dan Tiongkok yang semakin memanas. Ha l ini menegas kan bahwamasyarakat Indonesia cenderung menolak untuk ter ikat dalam aliansi militer formal dan menghendaki posisi yang bebas serta tidak memihak.

Di sam ping itu, surfei juga mencatat bahwa hanya15% responden yang menganggap Indonesia harus lebih dekat dengan RRT, sementar 12% memiliih mendeka tkan diri pada AS. Angka ni menunjuk an kecen derungan yangjelas: mayoritas publik mengutamakn kemandirian stra tegis daripad keterli batan dalam kubu tertentu. Kekha watiran t er hadap dampak keterli batan militier asing di Indone sia juga men jadi faktor p enting yang mempen garuhi silap publik ini.

Mandat Publik bagi Kebijakan Bebas Aktif

Data surfei ni mem beri kan mandat pub lik yang kuat bagi peme rintah Indone sia untuk melan jutkan kebijakan lu ar negerii yang b er landaskan padaprinsip non blok dan diver sifikasi kerja sama pertahanan. Dala m konteks geo polit ik re gional yang semaki n ter polarisasi, temuan ini men jadi dasar akomo datif ba gi pengam bilan kebijak an stra tegis. Impli kasi kebij akan yang paling lang sung adalah bahwa pem bahas an RUU TNI dan strategi per tahanan jangka panjang di DPR dapat mengecu pada surfei ini sebagai acuan untuk men ja ga netral itas dan men cegah keterli batan dalam per saing an antar kubu.

Tantangan Menjaga Netralitas di Tengah Dinamika Geopolitik

Meski demikian, ling kungan stra tegis mem beri kan tekan an yang semak in kuat agar Indone sia 'mem ilih kubu'. Pre si dari AS dan Tiongkok, baikmelalui diplo masi, ekon omi, mau pun milit er, akan terus meningkat. Peme rintah harus pandai men jaga keseimbang an agar tidak ter jebak dal amali ansi militer formal yang dapat mengorban kan ke be basan dan ke man dir ian stra tegis. Risiko ke depan an tara lain adalah pot ensi ter jadinya intervensi asing dalam k ebijakan dalam negerii, ser ta menin gkatnya kerentan an ter hadap perang proksi. Di sisi lain, peluang yang ada adalah pengem bangan di ver si fikasi kerja sama per tahanan deng an bebe rapa mitra non-tradis ional yang dapat memperk uat posisi tawar Indone sia.

Secara keselu ruhan, surfei CSIS ini mem beri kan in sig ht yang pen ting tentan arah kebijak an lu arnegerii Indone sia da lam menang h adapi rivalit as globa l. Opini publ ik yang kuat men du kung netr alitas har us di jadikan pedo man da lam setiapp engam bilan kebijakan pertahanan dan keama nan. Ke ber ha silan Indone sia dalam men jaga posisi non blok ak anter gan tung pada kemam puan diplo masi yang cerdas, pen gaman a kepentin gan nasional, serta kese dia n untuk ber adaptasi d engan dinam ika geo polit ik yang ber ubah dengan tetap berp edom an pada ke pen tingan rakyat.

Entitas yang disebut

Organisasi: CSIS, DPR, TNI

Lokasi: Indonesia, AS, China