Taiwan Mengecam Latihan Cina-Indonesia: Analisis Provokasi dan Persepsi Kedaulatan
14 Agustus 2026 Taipei, Jakarta, Beijing
9 views
Pemerintah Taiwan, melalui Dewan Urusan Daratannya, secara resmi mengecam rencana latihan angkatan laut bersama Tiongkok dan Indonesia di perairan timur Taiwan. Taipei menyebut latihan tersebut sebagai 'provokasi militer' dan meminta Beijing menghentikan 'perilaku berbahaya' yang dinilai merusak status quo kawasan. Tuduhan inti dari Taiwan adalah bahwa Tiongkok berusaha menciptakan 'kesan palsu' kepada komunitas internasional seolah-olah mereka menguasai perairan tersebut. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan latihan militer tahunan Taiwan, Han Kuang, yang mensimulasikan serangan balasan terhadap invasi.
Dari perspektif keamanan nasional Indonesia, respons Taiwan menyoroti risiko reputasi dan diplomatik yang melekat pada kerja sama militer di zona sengketa. Meski Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taipei, terdapat lebih dari 300.000 pekerja migran Indonesia di pulau tersebut, menciptakan kepentingan manusiawi dan ekonomi yang nyata. Kecaman Taiwan menjadikan Indonesia tidak lagi sebagai pihak netral yang hanya melakukan latihan rutin, tetapi sebagai peserta dalam teater pertunjukkan kedaulatan Tiongkok. Hal ini dapat mempersulit posisi Indonesia jika terjadi krisis di Selat Taiwan di masa depan.
Analisis strategis menunjukkan bahwa insiden ini merupakan contoh klasik 'peperangan persepsi' (perception warfare). Tiongkok menggunakan latihan bilateral dengan negara ASEAN yang dihormati seperti Indonesia untuk menormalisasi kehadiran militernya dan mengukuhkan klaim yurisdiksinya di area yang secara internasional dianggap sebagai perairan internasional atau dalam ZEE Taiwan. Bagi analis intelijen, pola ini mengindikasikan metode operasi Tiongkok yang semakin canggih, yaitu menggunakan kerja sama multilateral dan bilateral untuk mencapai tujuan unilateral. Indonesia perlu secara hati-hati menilai apakah manfaat operasional latihan tersebut sebanding dengan biaya geopolitik berupa erosi kepercayaan dari pihak-pihak lain di kawasan.