Analisis Kebijakan
Transformasi TNI AU: Kedatangan Skuadron Rafale dan F-15EX dalam Perspektif Operasional
TNI AU mulai menerima batch pertama pesawat tempur Dassault Rafale dari Prancis yang dipesan sebanyak 42 unit, serta F-15EX dari Amerika Serikat sebanyak 24 unit. Seremoni di Lanud Iswahjudi menandai realisasi kontrak yang ditandatangani sejak 2022. Kedua jenis pesawat ini akan menggantikan jet tua F-5 dan memberikan kemampuan air superiority yang jauh lebih tinggi.
Pengoperasian dua platform berbeda dari negara asal yang berbeda menuntut integrasi logistik dan pelatihan yang kompleks. Namun, secara strategis, gabungan Rafale dan F-15EX memungkinkan TNI AU melakukan patroli jarak jauh hingga ke sekitar Filipina dan kawasan Samudra Hindia timur. Ini juga meningkatkan daya tangkal Indonesia terhadap pelanggaran di Natuna dan wilayah perbatasan.
Program ini memiliki implikasi besar bagi industri pertahanan, terutama melalui skema offset yang melibatkan PT Dirgantara Indonesia. Tapi biaya perawatan yang tinggi mengancam kesiapan operasional, sehingga diperlukan model pembiayaan yang berkelanjutan. Keputusan memprioritaskan pengeluaran pertahanan ini juga mengirim sinyal bahwa Indonesia berkomitmen menjaga keseimbangan kekuatan di Indo-Pasifik.
Entitas yang disebut
Organisasi: TNI AU, Dassault Aviation, Amerika Serikat, PT Dirgantara Indonesia
Lokasi: Prancis, Amerika Serikat, Lanud Iswahjudi, Filipina, Samudra Hindia timur, Natuna, Indo-Pasifik